Tampilkan postingan dengan label Israk Mikraj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Israk Mikraj. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Agustus 2008

Menghitung Kecepatan Malaikat

MENGHITUNG KECEPATAN TERBANG MALAIKAT DAN JIBRIL

Oct 10, '07 9:55 PM
for everyone

Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby berhasil
membuktikan berdasarkan petunjuk Al Qur an (QS As Sajdah:5) kecepatan
cahaya dapat dihitung dengan tepat sama dengan hasil pengukuran secara
ilmu fisika modern (A New Astronomical Quranic Method for The
Determination of The Greatest Speed C,
http://www.islamicity.org/Science/960703A.HTM ).

Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5: Dia mengatur urusan dari langit ke
bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang
kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu[1190]

Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama
dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan
kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah
sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur an yang lain? Apakah
kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti
dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern?

Dari beberapa ayat di dalam Al Qur an disebutan bahwa malaikat
mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat. Seperti dalam QS An
NaaziŽaat ayat 3-4

3. dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat
4. dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang


Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang
dengan kencang atau cepat:

1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,
2. dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537],

Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki
sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap. Disebutkan pada QS
Faathir ayat 1:

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan
malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan)
yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.
Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dari penjelasan tersebut dapat lebih jelas bahwa yang mampu terbang
dengan kecepatan tinggi adalah malaikat. Seberapa cepat terbangnya?
Apakah sama dengan kecepatan cahaya atau berapa kalinya? Dalam QS Al M
aŽaarij ayat 4 secara jelas disebutkan:

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam
sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.[1510]

Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan
terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun.
Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El
Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar
1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik).
Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama
dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50
kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah
berdasarkan informasi dari Al Qur an dapat dihitung kecepatan terbang
malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah!

Sampai saat ini pengetahuan manusia belum menemukan sesuatu pun yang
mempunyai kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Berdasarkan petunjuk Al
Qur an sangat jelas disebutkan bahwa malaikat dan Jibril mempunyai
kemampuan terbang 50 kali kecepatan cahaya. Hal tersebut bisa
dimaklumi karena penciptaan malaikat berasal dari unsur cahaya (nuur).
Suatu saat diharapkan ilmuwan muslim dapat meneliti petunjuk tersebut
dan menjadi penemu yang selangkah lebih maju karena berdasarkan Al
Qur an, kitab suci yang merupakan satu-satunya kitab yang eksak,
berisi kepastian karena merupakan Firman Allah SWT.

Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Sragen, 28 Ramadhan 1428 H

L.Farid


Catatan kaki:



[1190]. Maksud urusan itu naik kepadaNya ialah beritanya yang dibawa oleh malaikat. Ayat ini suatu tamsil bagi kebesaran Allah dan keagunganNya.
[1537]. Maksudnya: terbang untuk melaksanakan perintah Tuhannya.
[1510]. Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. Apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu limapuluh ribu tahun.


Referensi:


Al Quran Digital,
http://www.alquran-digital.com

Elnaby, M.H., 1990, A New Astronomical Quranic Method for The
Determination of The Greatest Speed C,
http://www.islamicity.org/Science/960703A.HTM

NB: Untuk memahami metode penghitungan DR. Mansour Hassab El Naby,
terlampir file presentasi (ppt) dalam bahasa Indonesia. Silahkan
download dengan klik: Kecepatan Cahaya Menurut Al Qur_an.ppt

http://elfarid.multiply.com/journal/item/276

Selasa, 05 Agustus 2008

Israk Mikraj dan Iptek, Ditulis dalam Kompas, 26 Agustus 2008

Tabir Isra Miraj berdasarkan science

Sebagai rumusan dasar dalam ilmu sains, rumusan Newton, F= m.a,
memberikan pengaruh dan kegunaan yang cukup besar. Kehadiran rumusan
hukum kekekalan energi dan momentum, misalnya, tidak lain
dikembangkan dari rumus dasar Newton. Berdasarkan rumusan Newton pula
maka berkembang ilmu optika klasik, mekanika, dan mesin-mesin. Buah
dari karya besar Newton itu antara lain termanifestasi dalam
peradaban mesin-mesin industri. Sir Issac Newton dapat diakui sebagai
ilmuwan besar abad 17 hingga abad 20.

Akan tetapi, dengan berawal dari ketidakpuasan para ilmuwan terhadap
rumusan Newton untuk menjelaskan dinamika elektron-struktur atomik-
maka berkembanglah teori baru. Berawal dari tesis Albert Einstein
melalui rumusan E= mc2, lebih lanjut menjadi arahan bagi para ilmuwan
untuk dapat memodelkan dinamika elektron dengan lebih tepat. Dari
rumusan Einstein, ternyata terbukti bahwa rumusan Newton pada
dasarnya merupakan pendekatan dari rumusan E=mc2. Hal ini terjadi
karena dinamika gerak partikel masif adalah << (baca: jauh lebih
kecil dari) kecepatan cahaya, c. Dengan kata lain, rumusan F=m.a
adalah pendekatan dari E=mc2. Namun, kehadiran rumusan Einstein tidak
secara otomatis meniadakan hukum-hukum yang dikembangkan berdasarkan
Newton.

Seiring dengan pembuktian Einstein dan kawan-kawan dalam bidang
fisika ini, maka berkembanglah cabang ilmu Fisika Kuantum. Dari
namanya kuantum diambil dari kuanta-energi yang dipancarkan oleh
loncatan elektron. Lebih lanjut, Scrodinger berhasil memberikan
rumusan peluang elektron untuk dapat melakukan terobosan pada suatu
dinding penghalang. Lebih lanjut, kuantum ini dimodelkan melalui
sumur-sumur kuantum. Pada sumur itu digambarkan elektron yang hendak
menembus dinding sumur pembatas dengan probabilitas tertentu.

Telepati dan teleportasi

Jika 14 abad yang lalu umat Islam meyakini peristiwa Isra' Mi'raj
Nabi Muhammad, maka teori kuantum memberikan arahan yang berarti
untuk menjelaskan fenomena aneh itu. Bahkan untuk fenomena telepati,
sihir, pengobatan jarak jauh, dan teleportasi.

Meditasi Anand Krisna, misalnya, jika kita perhatikan tidak lain
mengikuti konsep kuantum. Dengan melakukan penenangan batin serta
diikuti ritme goyangan tubuh berirama, seseorang akan mengalami
"kepuasan" tertentu. Teknik ini juga sering dilakukan pada
penyembuhan alternatif dengan menggunakan energi prana, chi. Jika
kita melihat sebentar pada pondok-pondok salaf, kita perhatikan para
santri yang berzikir sambil goyang kepala. Juga dikisahkan, para
waliullah dan kiai dapat terbang dengan kecepatan kilat.

Apa sesungguhnya yang sedang terjadi? Di manakah kuantum itu terjadi?
Teori kuantum menjelaskan fenomena loncatan elektron (kuanta-kuanta
energi) suatu partikel yang mengalami eksitasi, yang diakibatkan oleh
pengaruh getaran, pemanasan, atau pemancaran. Efek fotolistrik dan
Compton menjelaskan hal ini. Pada kasus logam yang dipanasi, ia dapat
memancarkan elektron. Logam yang disinari, terjadi kuantum. Hal ini
menyebabkan perubahan struktur atomik suatu partikel tertentu.
Perubahan itu melibatkan pemindahan elektron yang sekaligus
memancarkan energi foton. Pendek kata, fenomena di atas terjadi
karena transfer energi elektromagnetik.

Richard Feyman, ilmuwan Amerika Serikat yang berhasil memenangkan
Nobel Fisika atas temuannya, membuktikan bahwa suatu partikel masih
dapat dipindahkan menembus batas dinding partikel tanpa mengalami
kerusakan. Pada kesempatan yang lain, Dr Ivan Geiver (pemenang Nobel
Fisika) dari Amerika juga semakin menguatkan khazanah ilmu kuantum
ini.

Temuan Feyman dan Geiver ini memberikan pengertian kepada kita bahwa
teleportasi-perpindahan fisik seseorang yang menembus ruang pembatas-
adalah rasional. Begitu pula dengan Isra' Mi'raj. Jika seseorang
sudah dapat melakukan suatu perlakuan khusus terhadap dirinya sampai
batas energi ambang, maka orang tersebut memungkinkan mengalami
derajat emanasi, eksitasi, atau kuantum. Sama persis dengan energi
ambang yang dibutuhkan suatu logam untuk dapat melakukan kuantum.

Manifestasi dari kuantum ini adalah memungkinkan seseorang ini
mengirimkan sinyal jarak jauh, sinyal yang berupa medan
elektromagnetik. Jika dapat mengubah partikel diri seolah menjadi
susunan-susunan elektron yang tereksitasi, maka terjadilah loncatan
secepat cahaya. Maka, tukar informasi-telepati-terjadi. Lihat juga
peristiwa kirim energi melalui televisi pada acara mingguan Dedy
Corbuzier. Jika kejadian ini sampai melibatkan pemindahan fisik
tubuhnya, maka orang ini mencapai derajat teleportasi.

Dari sudut pandang teori kuantum ini maka jelaslah bahwa tabir Isra'
Mi'raj, telepati, teleportasi; sudah mendapatkan penjelasan fisik.
Artinya, sebagian besar orang yang tidak mengakui fenomena ini-karena
alasan tidak ada bukti fisiknya-dewasa ini sudah terbantahkan. Hal
yang dulu dianggap metafisika dan gaib, berdasarkan teori kuantum
telah mendapatkan pembenaran fisik. Senada dengan teori kuantum, maka
teknik goyang ritmis berirama pada ritual meditasi, zikir, serta
pengobatan alternatif.

Teknik goyangan tubuh berirama pada dasarnya merupakan cara untuk
memicu eksitasi eletron tubuh kita agar dapat memancarkan gelombang
cahaya dengan frekuensi tertentu. Jika teknik goyangan ini cukup kuat
dan kontinu sampai derajad energi ambang terlampui.

Dari sudut pandang ilmiah, maka kita semakin meyakini bahwa ilmu-ilmu
fisik (fisika) dewasa ini sudah menyatu dengan dimensi gaib dan
spiritualitas. Jika kita sempat membaca tulisan Frictof Capra pada
bukunya Titik Balik Peradaban, terang sudah bahwasanya khazanah ilmu
barat dan timur dewasa ini sudah dalam tahap penyatuan. Khazanah
barat yang unggul dalam riset, eksperimentasi, dan rasionalitas;
serta timur yang lebih dominan dalam aspek spiritualitas.

Oleh karena itu, era pasca-Einstein telah menjadi pembuka tabir
penyatuan paradigma timur dan barat. Dan, kuantum adalah laksana
jembatan antara peradaban timur dan barat. Kuantum yang secara
empiris ditemukan pada abad 20, maka di dunia timur sudah mengakar
cukup kuat sejak peradaban Cina Kuno dan India Kuno, 25 abad yang
lalu. Dunia timur mengenal hukum paradoks lebih awal. Kita tahu,
salah satu hukum dalam teori kuantum adalah hukum paradoks.

Dimuat diharian Kompas,26, Agustus 2002
oleh Edi Suparno Direktur CORE'S Nusantara

Rabu, 30 Juli 2008

Hikmah Israk Mikraj

Propinsi | Rabu, 30/07/2008 19:50 WIB

Peringatan Isra Mi'raj Jadikan Momentum Pembinaan Karakter Bangsa

Padang, (ANTARA) - Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1429 H, hendaknya dijadikan momentum pembinaan karakter bangsa, karena dalam peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW diawali dengan pembersihan jiwa dan dibekali dengan Iman, Ilmu dan Akhlaq untuk menjadi pemimpin yang rahmatan lil'alamin.

"Secara kebangsaan tidak mungkin maju tanpa tiga kekuatan itu, Iman (Religi), Ilmu (Iptek) dan Akhlaq (kultur, adat dan prilaku," kata Wakil Ketua Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Buya H. Mas'oed Abidin, di Padang, Rabu.

Menurut dia, tiga modal yang mengisi jiwa Nabi Muhammad SAW pada awal perjalanan Isra Mi'raj, merupakan hal yang sangat substansial dalam pembinaan karakter bangsa.

Penetapan pimpinan bangsa mulai dari tingkat bawah hingga yang lebih tinggi, maka tiga kekuatan itu menjadi penentu. (SA)

Sedangkan Mi'raj atau naik ke atas, kata Mas'oed, satu bentuk hubungan vertikal dengan Allah SWT, tentunya melalui ibadah teratur, tertib, disiplin, taat sebagaimana diajarkan dalam shalat.

"Shalat adalah perintah pertama dalam Islam, tanpa shalat tak ada artinya Agama Islam," katanya dan menambahkan, shalat mengajarkan pengawasan yang melekat antara makhluk manusia dengan khalik-Nya.

Menurut dia, pemimpin bangsa yang shalat tidak akan tergiur korupsi dan bangsa akan makmur, adil, sejahtera, bersih dan menghargai waktu.

Sejarah perjalanan Nabi dalam Isra' mulai dari Masjidil Haram, Makkah, hingga ke Masjidil Aqsho di Palestina, sementara Mi'raj menceritakan perjalanan Nabi Muhammad SAW mulai dari Masjidil Aqsho hingga Sidratul Muntaha.

Jadi untuk konteks kekinian bahwa Isra Mi'raj tidak hanya input rasio saja, dua peristiwa itu mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai bukti kerasulan.